Penanaman Pohon Mangrove dan Tanaman Langka Nusantara Lestarikan Bumi

By | January 12, 2023
Spread the love

Sekitar 3.500 mangrove dan tujuh jenis pohon langka nusantara di kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tangerang, ditanam oleh DPP Himpunan Alumni IPB, SEAMEO BIOTROP, IPB Univeristy, ICMI, Pemda Tangerang, Badan Eksekutif Mahasiswa IPB, HMI Cabang Bogor, dan para pihak lainnya pada hari Selasa, 27 Desember 2022.

Kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini sangat strategis bukan hanya lokasinya yang dekat ibu kota tapi juga momentum yang tepat. Dengan semakin hangatnya isu blue carbon sebagai penyerap emisi dan isu konservasi pohon langka nusantara, maka penanaman serentak dua isu besar ini menjadi begitu bermakna. Sedikitnya terdapat 4 tujuan dari kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini, yaitu edukasi lingkungan, penyerapan emisi, kolaborasi multipihak dan konservasi pohon langka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang menanam mangrove dan pohon langka lainnya. Jika pada waktu bersamaan ada pihak yang merusak mangrove dan mengganggu kelestarian pohon langka nusantara maka DPP HA IPB, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan IPB Univeristy, tak akan lelah menanam – hijaukan bumi.

Menurut Zulhamsyah Imran, Direktur SEAMEO Biotrop, program konservasi mangrove di KUA tersebut dimulai sejak tahun 2018. Kini, selang empat tahun kemudian, kawasan itu menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi Kabupaten Tangerang, tapi juga nasional. Dia pun berharap, Gerakan Nasional Penanaman Mangrove dan Pohon Langka Nusantara ini diharapkan bisa lebih berkembang.

Hubungan simbiosis mutualisme antara keberadaan pohon mangrove dengan ikan dan kepiting telah umum diketahui oleh masyarakat.  Pada habitat mangrove yang bagus akan tersedia pakan melimpah untuk ikan dan kepiting. Selain itu, keberadaan mangrove yang baik akan menghalangi datangnya ombak besar ke daratan. Dengan demikian mangrove sering disebut menjadi tameng berkelanjutan bagi masyarakat dari ancaman gelombang dan tsunami.

Sayangnya saat ini di Indonesia, mangrove sedang mengalami kerusakan yang parah. Luas mangrove Indonesia yang mencapai 3,5 juta hektar, mengalami kerusakan lebih dari 50%. Kerusakan ini diakibatkan oleh sebagian pihak, mengancam keselamatan masyarakat dan sudah pasti mengancam satwa yang tinggal pada habitat mangrove.

Menurut berbagai riset, cadangan karbon mangrove sangat tinggi terutama untuk karbon tanah mangrove. Hal ini yang menjadikan banyak pihak memiliki perhatian yang besar untuk mengkonservasi dan melakukan rehabilitasi mangrove. Kegiatan pencegahan deforestasi dan rehabilitasi mangrove sekarang dikenal dengan bagian aktivitas blue carbon.

Sementara beberapa jenis pohon langka yang ditanam adalah eboni (Diospyros celebica) tanaman khas Sulawesi, ulin (Eusideroxylon zwageri) tanaman khas Kalimantan, kepuh (Sterculia foetida), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kemang (Mangifera kemanga), manggis hutan (Garcinia sp), dan buni (Antidesma Bunius). Pohon langka ini merupakan hadiah dari SEAMEO BIOTROP, DPP Himpunan Alumni IPB dan IPB University untuk Pemda Kabupaten Tangerang. Selain kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, SEAMEO BIOTROP juga menyelenggarakan kegiatan lomba mewarnai untuk anak TK dan sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menghargai keanekaragaman hayati yang ada di sekitar mereka.

Kegiatan ini juga dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengekspresikan ide-ide dan pemikirannya melalui karya seni. Kegiatan mewarnai ini diikuti oleh 65 siswa/siswa dari 10 PAUD dan Sekolah Dasar di sekitar kawasan Ketapang Urban Agrikultur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.